LAPOR DIRI

Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri baik untuk tujuan wisata, kunjungan keluarga, sosial budaya, studi, kuliah, bekerja maupun berdomisili tetap di negara tersebut,  memiliki kewajiban untuk melaporkan keberadaan dirinya kepada Perwakilan RI setempat c.q KBRI Budapest apabila akan tinggal lebih dari 5 (lima) hari di wilayah negara Hungaria.

Tujuan dan manfaat dari lapor diri adalah selain untuk keperluan pendataan WNI yang berada di luar negeri juga untuk melindungi kepentingan WNI yang bersangkutan apabila terjadi sesuatu hal yang berakibat pada kerugian baik secara moril maupun materiil kepada WNI tersebut.

Perwakilan RI di luar negeri c.q KBRI Budapest memiliki kewajiban untuk memberikan pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum bagi warga negara Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri, sesuai amanat Undang-Undang Hubungan Luar Negeri No. 37 tahun 1999, Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tahun 1963 tentang Hubungan Konsuler yang telah diratifikasi oleh Pemerintah RI dengan UU No. 1 Tahun 1982.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang merugikan kepentingan WNI, diharapkan agar setiap WNI dapat mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di negara setempat c.q. Hungaria. Apabila terjadi masalah, dihimbau agar segera melaporkannya ke KBRI Budapest untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Persyaratan Lapor Diri di KBRI Budapest

1. Bagi yang akan menetap di Hungaria:

·         Datang langsung ke Bidang Konsuler KBRI Budapest dengan membawa paspor.

·         Mengisi formulir lapor diri secara lengkap dengan dibubuhi tanda tangan.

·      Membawa Akte Nikah (bagi yang akan menetap di Hungaria karena pernikahan) atau membawa Surat Keterangan Bekerja/Sekolah bagi yang akan bekerja atau menjalani studi di Hungaria.  

·         Menyerahkan 1 buah pas foto berwarna terbaru ukuran 3x4 cm.

2. Bagi pemegang Paspor Dinas :

·         Datang langsung ke Bidang Konsuler KBRI Budapest dengan membawa paspor.

·         Mengisi formulir lapor diri secara lengkap dengan dibubuhi tanda tangan.

·         Membawa/menyerahkan fotokopi Surat Keterangan Sekkab/Sekneg/Surat Penugasan di Luar Negeri.

·         Menyerahkan 1 buah pas foto berwarna terbaru ukuran 3x4 cm.

  3. Bagi Wisatawan/Kunjungan Singkat :

·         Datang langsung ke Bidang Konsuler KBRI Budapest dengan membawa paspor

·         Mengisi formulir lapor diri secara lengkap dengan dibubuhi tandatangan

·         Menyerahkan 1 buah pas foto berwarna terbaru ukuran 3x4 cm.

Apabila akan meninggalkan wilayah negara Hungaria dikarenakan berakhirnya kunjungan wisata atau telah menyelesaikan tugas/pendidikan atau akan meninggalkan wilayah Hungaria untuk selamanya, harap melaporkan rencana keberangkatan kepada bidang konsuler KBRI Budapest, selambat-lambatnya seminggu sebelum tanggal keberangkatan untuk keperluan pendataan WNI di luar negeri.

 

Indonesia`s economic growth reached a five-year high of 5.17 percent in 2018, mostly fueled by household consumption, investment, and government spending, according to the Central Statistics Agency (BPS).
tate-owned train maker PT Industri Kereta Api (Inka) sent on Sunday 15 train cars to Bangladesh, a portion of 250 train cars to be exported to the country this year after the company exported 200 train cars to the country in 2006 and 2016.
US companies perceive Indonesia as a potential regional hub for conducting their business and trade, Indonesia`s Trade Minister Enggartiasto Lukita stated.
Indonesia has eyed export of liquefied natural gas (LNG) to Cambodia to meet the demand for power plants in the country, Vice President Jusuf Kalla said here on Wednesday.
Indonesian Vice President Jusuf Kalla and Cambodian Prime Minister Hun Sen held bilateral talks at the Lotus Blanc Resort, Siem Reap, Cambodia, on Wednesday morning, to discuss the development of cooperation between both nations.
Economic diplomacy has become one of the priorities of the Indonesian foreign policy by boosting the country′s economic and trade cooperation with African, Central, and South American countries, Foreign Minister Retno L. P. Marsudi stated.
Indonesia and the European Union (EU) have developed relations across a wide spectrum of areas in the space of a few years as outlined in the EU-Indonesia Partnership and Cooperation Agreement (PCA). By Yuni Arisandy
Foreign Affairs Minister Retno L. P. Marsudi has called for reduction of plastic waste by using refillable bottles and reusable straws and bags.
The Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) has stated that Indonesian banks are now stronger in facing global pressure compared to the conditions in 1998.
Address: 1068 Budapest, Városligeti fasor 26. | MAP |
Phone: (+36-1) 413 3800 Fax: (+36-1) 322 8669
E-mail: embassy@indonesianembassy.hu